Bagaimana Menghitung Yield to Maturity (YTM) untuk Obligasi dan Investasi Berbunga Tetap

Apa Itu Yield to Maturity (YTM)?

Yield to maturity (YTM) adalah tingkat pengembalian (bunga) tahunan yang akan diterima investor jika memegang obligasi atau investasi berbunga tetap hingga jatuh tempo. YTM memperhitungkan nilai sekarang dari semua pembayaran kupon masa depan dan nilai nominal (pokok) yang akan diterima pada jatuh tempo.

Mengapa Mengetahui YTM itu Penting?

Mengetahui YTM penting karena membantu investor:

  • Membandingkan tingkat pengembalian potensial dari investasi yang berbeda
  • Membuat keputusan investasi yang tepat berdasarkan toleransi risiko dan tujuan finansial
  • Mengelola risiko investasi mereka karena YTM dapat berfluktuasi seiring perubahan suku bunga pasar
BACA JUGA :   Cara Update Unifi Controller: Panduan Langkah demi Langkah Komprehensif

Cara Menghitung YTM

Pertama: Rumus Perhitungan YTM

YTM dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

“`
YTM = (C + (FV – PV) / N) / ((FV + PV) / 2)
“`

di mana:

* C = Pembayaran kupon tahunan
* FV = Nilai nominal obligasi
* PV = Nilai sekarang obligasi
* N = Jumlah tahun hingga jatuh tempo

Kedua: Mencari Nilai Sekarang (PV)

Untuk mencari nilai sekarang (PV) obligasi, jumlahkan nilai sekarang dari semua pembayaran kupon masa depan dan nilai nominal pada saat jatuh tempo, dengan menggunakan tingkat diskonto yang tidak diketahui (YTM):

“`
PV = C / (1 + YTM)^1 + C / (1 + YTM)^2 + … + C / (1 + YTM)^N + FV / (1 + YTM)^N
“`

Ketiga: Metode Iterasi

Karena YTM adalah tingkat diskonto yang tidak diketahui pada rumus PV, metode iterasi digunakan untuk menyelesaikan persamaan secara numerik. Metode ini melibatkan menebak nilai YTM, menghitung PV, dan membandingkannya dengan nilai nominal. Jika PV tidak sama dengan nilai nominal, nilai YTM ditebak lagi hingga diperoleh jawaban yang benar.

Keempat: Kalkulator YTM

Alternatif yang lebih sederhana untuk menghitung YTM adalah menggunakan kalkulator YTM, yang tersedia secara daring atau dalam perangkat lunak keuangan. Kalkulator-kalkulator ini menghitung YTM secara otomatis berdasarkan parameter yang dimasukkan.

Kelima: Excel

Fungsi YIELD di Microsoft Excel dapat digunakan untuk menghitung YTM secara otomatis. Rumusnya adalah:

“`
=YIELD(settlement, maturity, rate, pr, redemption, frequency, basis)
“`

di mana:

* settlement = Tanggal pembelian obligasi
* maturity = Tanggal jatuh tempo obligasi
* rate = Tingkat kupon tahunan
* pr = Harga pasar obligasi
* redemption = Nilai nominal obligasi
* frequency = Frekuensi pembayaran kupon
* basis = Basis hari penghitungan bunga (0, 1, atau 4)

BACA JUGA :   Cara Menghitung Weton Pernikahan: Panduan Lengkap untuk Memilih Tanggal Pernikahan yang Tepat

Keenam: Pertimbangan Penting

Saat menghitung YTM, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

* YTM berasumsi bahwa pembayaran kupon diinvestasikan kembali pada tingkat YTM yang sama
* YTM berubah seiring dengan perubahan suku bunga pasar
* YTM tidak sama dengan tingkat bunga terkini (kupon) obligasi

FAQ tentang Yield to Maturity

1. Apa perbedaan antara YTM dan tingkat bunga terkini?

YTM adalah tingkat pengembalian total yang diharapkan jika obligasi dipegang hingga jatuh tempo, sementara tingkat bunga terkini adalah tingkat kupon obligasi pada tanggal pembelian.

2. Bagaimana YTM dipengaruhi oleh suku bunga pasar?

Ketika suku bunga pasar naik, YTM obligasi turun, dan sebaliknya. Hal ini karena obligasi yang ada menjadi kurang menarik dibandingkan investasi baru yang menawarkan suku bunga lebih tinggi.

3. Bagaimana YTM digunakan dalam manajemen portofolio?

YTM digunakan untuk mengukur dan membandingkan kinerja investasi berbunga tetap. Investor dapat menggunakan YTM untuk membangun portofolio yang memenuhi tujuan pengembalian dan toleransi risikonya.

4. Apakah YTM berfluktuasi selama masa kepemilikan obligasi?

Ya, YTM dapat berfluktuasi seiring dengan perubahan suku bunga pasar. Jika suku bunga turun, YTM obligasi akan naik, dan sebaliknya.

5. Apakah YTM dijamin?

Tidak, YTM tidak dijamin. Kemungkinan investor menerima tingkat pengembalian yang dihitung oleh YTM bergantung pada kemampuan penerbit obligasi untuk memenuhi kewajiban pembayarannya.

6. Apakah YTM sama dengan tingkat pengembalian aktual?

YTM adalah tingkat pengembalian yang diharapkan, tetapi pengembalian aktual dapat bervariasi tergantung pada fluktuasi YTM dan pembayaran kupon yang diinvestasikan kembali.

BACA JUGA :   Panduan Komprehensif: Cara Update Xiaomi Redmi 5 Plus

7. Apakah ada risiko jika berinvestasi dalam obligasi dengan YTM tinggi?

Ya, obligasi dengan YTM tinggi umumnya lebih berisiko karena kemungkinan besar penerbit memiliki peringkat kredit yang lebih rendah atau kesulitan keuangan.

8. Bagaimana YTM digunakan dalam penilaian obligasi?

YTM digunakan untuk menentukan harga obligasi di pasar sekunder. Jika YTM obligasi lebih tinggi dari tingkat pengembalian yang dibutuhkan investor, harga obligasi cenderung naik.

9. Apa dampak inflasi terhadap YTM?

Inflasi dapat menurunkan nilai nyata YTM karena mengurangi daya beli pembayaran kupon dan nilai nominal pada jatuh tempo.

10. Apakah YTM berlaku untuk investasi berbunga tetap selain obligasi?

Ya, YTM dapat digunakan untuk menghitung tingkat pengembalian total yang diharapkan untuk investasi berbunga tetap lainnya, seperti sertifikat deposito dan wesel.

11. Bagaimana YTM berbeda dari tingkat pengembalian internal (IRR)?

YTM mengasumsikan bahwa pembayaran kupon diinvestasikan kembali pada tingkat YTM yang sama, sedangkan IRR memperhitungkan investasi kembali pada tingkat yang berbeda.

12. Apakah YTM memperhitungkan biaya transaksi?

YTM biasanya tidak memperhitungkan biaya transaksi yang terkait dengan pembelian dan penjualan obligasi.

13. Mengapa YTM penting bagi investor obligasi?

YTM memberikan gambaran komprehensif tentang tingkat pengembalian total yang diharapkan dari investasi obligasi, sehingga memungkinkan investor membuat keputusan investasi yang tepat.

Kesimpulan

Yield to maturity (YTM) adalah metrik penting yang digunakan investor untuk mengevaluasi dan membandingkan investasi berbunga tetap. Dengan memahami cara menghitung YTM dan faktor-faktor yang memengaruhinya, investor dapat membuat keputusan investasi yang tepat yang memenuhi tujuan finansial mereka. Selain itu, YTM juga berperan penting dalam manajemen portofolio dan dapat membantu investor mengukur kinerja investasi mereka.

Dalam dunia investasi yang dinamis saat ini, penting untuk mempertimbangkan YTM secara hati-hati dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan jika diperlukan. Dengan mengambil langkah-langkah ini, investor dapat memposisikan diri mereka dengan baik untuk memaksimalkan pengembalian dari investasi berbunga tetap mereka.

Kata Penutup

Perhitungan yield to maturity (YTM) adalah proses yang kompleks tetapi penting untuk memahami potensi pengembalian investasi berbunga tetap. Dengan mengikuti langkah-langkah yang diuraikan dalam artikel ini dan mempertimbangkan faktor-faktor yang dibahas, investor dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang YTM dan membuat keputusan investasi yang lebih tepat.

Kami menyarankan investor untuk melakukan riset ekstensif dan mencari nasihat profesional sebelum berinvestasi dalam obligasi atau investasi berbunga tetap lainnya. Dengan pengetahuan dan panduan yang tepat, investor dapat memanfaatkan YTM untuk memaksimalkan pengembalian dan mencapai tujuan finansial mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *